Wednesday, April 24, 2013

Insentif : Definisi, Tujuan, Jenis, Proses dan Syarat Pemberian Insentif

Pengertian Insentif : Menurut Heidjrahman Ranupandojo dan Suad Husnan (1984 : 1) :Insentif adalah pengupahan yang memberikan imbalan yang berbeda karena memang prestasi yang berbeda. Dua orang dengan jabatan yang sama dapat menerima insentif yang berbeda karena bergantung pada prestasi. Insentif adalah suatu bentuk dorongan finansial kepada karyawan sebagai balas jasa perusahaan kepada karyawan atas prestasi karyawan tersebut. Insentif merupakan sejumlah uang yang di tambahkan pada upah dasar yang di berikan perusahaan kepada karyawan.
Menurut Nitisemito (1996:165), insentif adalah penghasilan tambahan yang akan diberikan kepada para karyawan yang dapat memberikan prestasi sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Menurut Pangabean (2002 : 93, Insentif adalah kompensasi yang mengaitkan gaji dengan produktivitas. Insentif merupakan penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan.

Tujuan Pemberian Insentif :
Fungsi utama dari insentif adalah untuk memberikan tanggungjawab dan dorongan kepada karyawan. Insentif menjamin bahwa karyawan akan mengarahkan usahanya untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan tujuan utama pemberian insentif adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja individu maupun kelompok (Panggabean, 2002 : 93).
Secara lebih spesifik tujuan pemberian Insentif dapat dibedakan dua golongan yaitu:
a. Bagi Perusahaan.
Tujuan dari pelaksanaan insentif dalam perusahaan khususnya dalam kegiatan produksi adalah untuk meningkatkan produkstivitas kerja karyawan dengan jalan mendorong/merangsang agar karyawan :
1) Bekerja lebih bersemangat dan cepat.
2) Bekerja lebih disiplin.
3) Bekerja lebih kreatif.
b. Bagi Karyawan
Dengan adanya pemberian insentif karyawan akan mendapat keuntungan :
1) Standar prestasi dapat diukur secara kuantitatif.
2) Standar prestasi di atas dapat digunakan sebagai dasar pemberian balas jasa yang diukur dalam bentuk uang.
3) Karyawan harus lebih giat agar dapat menerima uang lebih besar.

Jenis/Tipe Insentif :
Menurut Manullang (1981:141), tipe insentif ada dua yaitu:
a. Finansial insentif
Merupakan dorongan yang bersifat keuangan yang bukan saja meliputi gaji-gaji yang pantas. Tetapi juga termasuk didalamnya kemungkinan memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan dan soal-soal kesejahteraan yang meliputi pemeliharaan jaminan hari tua, rekreasi, kesehatan dan lain-lain.
b. Non finansial insentif.
Ada 2 elemen utama dari non finansial insentif, yaitu :
1. Keadaan pekerjaan yang memuaskan yang meliputi tempat kerja, jam kerja, tugas dan rekan kerja.
2. Sikap pimpinan terhadap keinginan masing-masing karyawan seperti jaminan pekerjaan, promosi, keluhan-keluhan, hiburan-hiburan dan hubungan dengan atasan.

Menurut Gary Dessler (1997 : 141), jenis rencana insentif secara umum adalah:
a. Program insentif individual memberikan pemasukan lebih dan di atas gaji pokok kepada karyawan individual yang memenuhi satu standar kinerja individual spesifik. Bonus di tempat diberikan, umumnya untuk karyawan individual, atas prestasi yang belum diukur oleh standar, seperti contoh mengakui jam kerja yang lama yang digunakan karyawan tersebut bulan lalu.
b. Program insentif kelompok adalah seperti rencana insentif individual namun memberi upah lebih dan di atas gaji pokok kepada semua anggota tim ketika kelompok atau tim secara kolektif mencapai satu standar yang khusus kinerja, produktivitas atau perilaku sehubungan dengan kerja lainnya.
c. Rencana pembagian laba secara umum merupakan program insentif di seluruh organisasi yang memberikan kepada karyawan satu bagian (share) dari laba organisasi dalam satu periode khusus.
d. Program pembagian perolehan (gain sharing) adalah rencana upah di seluruh organisasi yang dirancang untuk memberi imbalan kepada karyawan atas perbaikan dalam produktivitas organisasi.

Proses pemberian insentif :
Menurut Harsono (1987 : 85) proses pemberian insentif dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Proses Pemberian Insentif berdasarkan kelompok
b. Proses Pemberian Insentif berdasarkan perorangan

Rencana insentif individu bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan selain gaji pokok bagi individu yang dapat mencapai standar prestasi tertentu. Sedangkan insentif akan diberikan kepada kelompok kerja apabila kinerja mereka juga melebihi standar yang telah ditetapkan (Panggabean, 2002 :90-91).
Menurut Oangabean (2002:91) Pemberian insentif terhadap kelompok dapat diberikan dengan cara:
1. Seluruh anggota menerima pembayaran yang sama dengan yang diterima oleh mereka yang paling tinggi prestasi kerjanya.
2. Semua anggota kelompok menerima pembayaran yang sama dengan pembayaran yang diterima oleh karyawan yang paling rendah prestasinya.
3. Semua anggota menerima pembayaran yang sama dengan rata-rata pembayaran yang diterima oleh kelompok.
Menurut Dessler (1997:154-157), insentif juga dapat diberikan kepada seluruh organisasi, tidak hanya berdasarkan insentif individu atau kelompok. Rencana insentif seluruh organisasi ini antara lain terdiri dari:
1. Profit sharing plan, yaitu suatu rencana di mana kebanyakan karyawan berbagi laba perusahaan
2. Rencana kepemilikan saham karyawan, yaitu insentif yang diberikan oleh perusahaan dimana perusahaan menyumbang saham dari stocknya sendiri kepada orang kepercayaan di mana sumbangan-sumbangan tambahan dibuat setiap tahun. Orang kepercayaan mendistribusikan stock kepada karyawan yang mengundurkan diri (pensiun) atau yang terpisah dari layanan.
3. Rencana Scanlon, yaitu suatu rencana insentif yang dikembangkan pada tahun 1937 oleh Joseph Scanlon dan dirancang untuk mendorong kerjasama, keterlibatan dan berbagai tunjangan.
4. Gainsharing plans, yaitu rencana insentif yang melibatkan karyawan dalam suatu usaha bersama untuk mencapai sasaran produktivitas dan pembagian perolehan.

Syarat Pemberian Insentif agar mencapai tujuan dari pemberian insentif
Menurut Panggabean (2002:92) syarat tersebut adalah:
1. Sederhana, peraturan dari sistem insentif harus singkat, jelas dan dapat dimengerti.
2. Spesifik, karyawan harus mengetahui dengan tepat apa yang diharapkan untuk mereka lakukan.
3. Dapat dicapai, setiap karyawan mempunyai kesempatan yang masuk akal untuk memperoleh sesuatu.
4. Dapat diukur, sasaran yang dapat diukur merupakan dasar untuk menentukan rencana insentif. Program dolar akan sia-sia (dan program evaluasi akan terhambat), jika prestasi tertentu tidak dapat dikaitkan dengan dolar yang dibelanjakan.

Menurut Heidjrahman Ranupandojo dan Suad Husnan (1990 : 163) sifat dasar pengupahan agar proses pemberian insentif berhasil:
a. Pembayaran hendaknya sederhana sehingga dapat dimengerti dan dihitung oleh karyawan itu sendiri.
b. Penghasilan yang diterima karyawan seharusnya langsung menaikkan output.
c. Pembayaran dilakukan secepat mungkin.
d. Standar kerja ditentukan dengan hati-hati. Standar kerja yang terlalu tinggi maupun rendah dapat berakibat buruk.
e. Besarnya upah normal dengan standar jam kerja hendaknya cukup merangsang pekerja untuk bekerja lebih giat.


 Sumber: http://jurnal-sdm.blogspot.com
ber-arti.blogspot.com
Bookmark and Share

Monday, February 25, 2013

12 Universal Skills You Need to Succeed at Anything


There are a lot of skills you don’t need.  You can be happy and successful without knowing how to rebuild a car’s engine, program a web application, or replace drywall.  Sure, these are useful skills to have, but they aren’t absolutely necessary.
There are other skills, however, that can’t be avoided – skills that tie into various aspects of everyday life, that are not only useful, but totally indispensable.  For instance, you can’t get far in today’s world without being able to read or write.  And today the ability use a computer proficiently is simply assumed.
In this article we’re going to skip the super basic skills like reading, driving, and using a computer, and discuss twelve slightly more advanced skills that are woefully under-taught, and universally applicable.  Let’s take a look…
1.  Prioritizing and time management. – If success depends on effective action, effective action depends on the ability to focus your attention where it is needed most, when it is needed most.  This is the ability to separate the important from the unimportant, which is a much needed skill in all walks of life, especially where there are ever increasing opportunities and distractions.
2.  Keeping a clean, organized space. – Successful people have systems in place to help them find what they need when they need it – they can quickly locate the information required to support their activities.  When you’re disorganized, that extra time spent looking for a phone number, email address or a certain file forces you to drop your focus.  Once it’s gone, it takes a while to get it back – and that’s where the real time is wasted.  Keeping both your living and working spaces organized is crucial.
3.  Critical thinking and information analysis. – We are living in the information age where, on a daily basis, we are constantly exposed to an ever growing and rapidly changing pool of information.  Being able to evaluate this information, sort the valuable from the trivial, analyze its relevance and meaning, and relate it to other information is a priceless skill with universal applicability.
4.  Logical, informed decision making. – Decision making is simply knowing what to do based on the information available.  Being able to respond quickly and effectively with the information you have in your head is essential to accomplishing anything.
5.  Using Google proficiently for online research. – You don’t have to know everything, but you should be able to quickly and painlessly find out what you need to know.  Google is a gateway to nearly infinite knowledge; it has indexed websites containing information on just about everything and everyone.  If you’re having trouble finding something using Google, it’s time to learn a few new tricks.
6. Basic accounting and money management. – It’s a simple fact that our modern society is governed by the constant exchange of money.  Money allows you to maintain a roof over your head and put food on the table each night.  Knowing how to properly manage your money – tracking and recording your expenses and income, saving and investing – is not only an important skill for thriving, it’s an important skill that helps you survive.
7. Effective communication and negotiating. – Give the people in your life the information they need rather than expecting them to know the unknowable.  Don’t try to read other people’s minds, and don’t make other people try to read yours.  Most problems, big and small, within a family, friendship, or business relationship, start with bad communication.  Speak honestly, and then give others a voice and show them that their words matter.  And remember that compromise and effective negotiating are vital parts of effective communication.
8. Relaxation. – Stress leads to poor health, poor decision-making, poor thinking, and poor socialization.  So be attentive to your stress level and take short breaks when you need to.  Slow down.  Breathe.  Give yourself permission to pause, regroup and move forward with clarity and purpose.  When you’re at your busiest, a brief recess can rejuvenate your mind and increase your productivity.  These short breaks will help you regain your sanity, and allow you to reflect on your recent actions so you can be sure they’re in line with your goals.
9.  Proficient writing and note-taking. – The written word isn’t going away; it is used in every walk of life.  Learning to write proficiently so that others can understand you is critical.  Also, using your writing skills to take useful notes is one of the most productive things you can do, regardless of the task at hand.  Writing things down – taking notes – helps us remember what we hear, see, or read when we’re learning something new, or trying to remember something specific.
10. Relationship networking. – In a world dominated by constant innovation and information exchange, relationship networking creates the channel through which ideas and information flow, and in which new ideas are shared, discussed and perfected.  A large relationship network, carefully cultivated, can be leveraged to meet the right people, find jobs, build businesses, learn about new trends, spread ideas, etc.
11. Positivity. – Research shows that although we think that we act because of the way we feel, in fact, we often feel because of the way we act.  A great attitude always leads to great experiences.  People who think optimistically see the world as a place packed with endless opportunities, especially in trying times.  Be positive, smile, and make it count.  Pretend today is going to be great.  Do so, and it will be.
12. Self-discipline. – Self-discipline is a skill.  It is the ability to focus and overcome distractions.  It involves acting according to what you think instead of how you feel in the moment.  It often requires sacrificing the pleasure and thrill for what matters most in life.  Therefore it is self-discipline that drives you to succeed in the long-term.
What did we miss?  What are some other useful life skills that are universally applicable?  Leave a comment below and let everyone know.

post written by: Marc


ber-arti.blogspot.com
Bookmark and Share
2013 ber-arti.blogger.com | Some rights reserved.


Convert